Seharusnya sebelum upload tentang ramadan, masih ada tulisan tentang sidang gua yang belum selesai diketik itu haha. Alasannya sederhana sih; karena prosesnya emang belum selesai. Ribet, pokoknya ribet banget, banyak misuh-misuhnya. Daripada bahas sidang dan yudisium gua yang kusut itu mending gua bahas tentang ramadan dulu aja.
Like i said before, gua sudah bertekad untuk mengisi waktu dan hidup gua dengan hal-hal baik. Kenapa harus sekarang? selain karena momentum selesai sidang, i also got my spark back. This alien has finally woke up LMAO. Apalagi setelah nontonin winter olympic 2026 gua beneran terpacu sih. Di sini gua pernah upload tentang olimpiade tokyo kan? nah sebelum summer olympic balik lagi, gua ikut mantengin winter olympic juga hehe. Salah satu gold medalistnya, Alysa Liu itu menginspirasi gua banget. Kok bisa? jadi ceritanya dia itu memang sudah menekuni bidang ice skating ini dari kecil. Dari dulu dia berprestasi, tapi dia ngerasa makin lama makin toxic. Hal yang tadinya dia lakukan senang hati, secara sukarela berubah jadi sesuatu yang menyiksa. Akhirnya, tahun 2022 dia memutuskan untuk berhenti main ice skating. Selama berhenti itu dia menghabiskan waktunya untuk hidup; sekadar berinteraksi dan bermain layaknya remaja pada umumnya. Setelah berhenti sekitar 2 tahun, dia tiba-tiba memutuskan untuk kembali. Katanya, "jiwa gua ternyata memang di sini." Berbeda dari yang sebelumnya, kali ini dia melakukan ice skating dengan niat yang lebih bagus dan of course.... terasa menyenangkan. 2024 dia mulai balik main ice skating lagi, juara world champion, hingga akhirnya di tahun 2026 ini dia dapat gold medal.
Pas baca kisahnya, gua ngerasa relate banget.... banget... banget. Sebagai orang yang sempat break dari dunia IT, research, tahfidz, dan semuanya, gua banyak merenungkan dan memikirkan kembali hidup gua selama ini. Apa memang jiwa gua di bidang ini? apa memang hal-hal yang selama ini gua lakukan dan perjuangkan itu memang dari hati? Gua mungkin capek, lelah, bahkan muak. Tapi pada akhirnya gua juga memiliki kesimpulan yang sama dengan Alysa; yes, i love this field. Gua menata kembali hidup gua hingga di tahun 2025 gua menyelesaikan skripsi gua dan di bulan Februari 2026 ini gua bisa sidang dan lulus (yeay... S.Kom baddie). Setelah gua kembali on track, maka selanjutnya gua akan kembali ke masa grinding dengan mental yang lebih baik dan stable. Gua melakukan semua ini karena gua ingin, bukan karena paksaan siapa pun. Niat ternyata sepenting itu ya. Ketika niat lu benar maka menjalaninya juga jadi menyenangkan, the why itself. Tidak mudah memang, tapi setidaknya hal yang didasari oleh hati itu rasanya sangat..... keren.
Ibaratkan game, bulan ramadan itu waktunya player untuk looting pahala sebanyak-banyaknya, bulan yang sangat spesial dengan berbagai keutamaannya. Selama 11 bulan kita fokus pada dunia, dan setidaknya di 1 bulan ini kita memutuskan untuk kembali dan mendekatkan diri kepada Allah. Semuanya terasa makse sense; bahwa di hidup ini harus ada momentum untuk refleksi dan upgrade diri, dan itu adalah ramadan. Bulan ramadan hadir sebagai obat bagi seluruh jiwa yang ada di dunia. Dengan segala kesedihan, beban, dan ujian yang dijalani ramadan kemudian hadir sebagai obat penenang jiwa. Di postingan 2025 in a nutshell gua sempat menyinggung Lailatur Qadr kan? nah itu dia. Di bulan penuh rahmat dan keutamaan sudah seharusnya kita semua grinding pahala dan ampunan. Allah sedang membuka pintu rahmat dan keajaiban-Nya di bulan ini dan sebagai hamba yang disebut sebagai yatafakkarun, apa lagi yang kita tunggu?
Gua percaya bahwa Allah itu Maha Melihat dan Maha Mendengar. Gua juga sudah merasakan sendiri bagaimana keajaiban doa membawa gua hingga ke titik ini. Bahkan, dari dulu pun sudah seperti itu, hanya saja gua kurang merenungi hal tersebut. Semua hal yang gua harapkan dan gua impikan gua sebut dengan sangat yakin. Gua harus yakin, dan gua harus memantaskan diri juga. Gua membujuk Allah untuk banyak hal baik yang mau gua capai, dan itu gapapa. Di hadapan Allah, tidak ada yang namanya ketidakmungkinan. Atas seizin-Nya, semua bisa terjadi, dan memang bisa. Allah memiliki cara tersendiri karena Dialah Yang Maha Tahu.
Di Bulan ramadan ini, gua udah masuk kelas tahfidz. Setelah diyakinkan berkali-kali sama adminnya, akhirnya gua daftar juga haha. Gila, susah banget loh. Padahal kalau dipikir cuma tinggal daftar terus bayar, tapi ternyata buat gue susah. Ada banyak kekhawatiran gua untuk memulai kembali, tapi ternyata gua bisa mulai juga. Pas dapet halaqoh, rasanya unreal banget, bener-bener ngulang kaya dulu. Gua sampe mikir, "ternyata gua udah balik ya." Ada rasa haru, lega, senang, dan excited. Kira-kira gua bisa sampe mana ya? gak ada yang tau. Semoga Allah terus menjaga semangat gua sampai khatam muraja'ah nanti.
Selain ikut halaqoh, gua juga ikut kelas bahasa inggris, semacam convo club gitu special bulan ramadan. Sebenarnya sebelum ikut kelas bahasa inggris selama ini gua rajin belajar sendiri. Tapi gua merasa speakingnya mentok banget karena ga ada temen "ngobrol." Duolingo gua bentar lagi cetak streak 365 hari, artinya sudah setahun gua mulai belajar bahasa inggris. Waktu pertama main duolingo, niat gua simple banget, "setahun lagi, gua cuma pengen keadaan gua lebih baik." Dan benar saja, semua sudah menjadi lebih baik. Motivasi gua udah balik, dan gua juga udah mulai grinding kaya dulu. Gua memegang omongan bahwa mulai saat ini gua akan hidup dengan lebih baik dan lebih bijak lagi, and i did it. Gua akan terus menulis progress gua di sini sebagai bukti bahwa gua benar-benar konsisten terhadap prinsip gua sejak dulu dan benar-benar memegang omongan gua sendiri.
.jpg)


.jpg)
.jpeg)
.jpeg)






.jpeg)
.jpeg)
.jpeg)


.jpg)
.jpg)







.jpg)