so-called night thinker
  • Home
  • About
  • #
  • #
    • #
    • #
      • #
      • #
      • #
      • #
      • #
    • #
    • #
  • #

Prolog
Sebab Awal Kefuturan
4 Februari 2020


I thought 2019 will be an extraordinary year. But wait...

        Sejujurnya, 2019 adalah tahun yang luar biasa. Tahun itu aku lulus sekolah dengan nilai sangat memuaskan, lulus seleksi SBMPTN, dan akhirnya sekarang melanjutkan pendidikan ke sebuah perguruan tinggi negeri. Aku terlihat baik baik saja, tapi seiring berjalannya kuliah aku mulai merasa janggal, hampa, dan tidak bersemangat.

Aku pun berusaha mencari tahu, mengapa?

    Oh, mungkin inilah yang sering disebutkan orang-orang, kondisi futur. Aku membaca artikel di internet bahwa futur adalah rasa malas, enggan untuk melakukan suatu kebaikan yang mana sebelumnya bersemangat untuk melakukannya. Ya, pengertian itu sangat cocok dengan keadaanku sekarang, dalam hal ini futur melakukan ibadah dan kebaikan.

    Aku memahami bahwa perbedaan lingkungan yang mencolok sangat memengaruhi psikis seseorang. Sebagai seorang santri, lingkunganku dahulu terbilang agamis. Orang-orang di sekitarku selalu mengingatkan untuk berbuat kebaikan, tidak meninggalkan sholat, dan tetap muroja'ah, memegang teguh Al-Qur'an. Aku ingat sekali bagaimana dulu dibangunkan untuk sholat tahajud, diajak untuk sholat dhuha, hingga mengulang hafalan bersama-sama.

    Aku sadar bahwa aku juga bukan orang yang taat apalagi alim, tetapi ternyata lingkungan sangat berpengaruh. Sekarang tidak ada lagi yang mengingatkan hal-hal seperti itu. Aku sangat bersyukur masih mempunyai orang tua yang masih mau mengingatkanku. Namun, itu kan di rumah. Bagaimana dengan di lingkungan kos? jangan harap, mau tidak mau harus bertahan & tetap kuat di atas kaki sendiri.

    Tidak sampai di situ, kefuturan ternyata juga berasal dari diri sendiri. Belakangan ini aku merasa bahwa aku telah menomor-sekian-kan ibadah, dan contohnya sudah banyak terjadi di kehidupan sehari-hari. Ketika sudah masuk waktu adzan aku akan bergumam dalam hati "Nanti saja." Saat belum mengaji pun berucap, "Besok deh." Tidak mengerjakan amal-amal sunnah, "Oh tidak mengapa ini kan sunnah, tidak wajib." Perlahan tapi pasti, aku mulai menyepelekan ibadah, dan akumulasi perkataan seperti ini lah yang akhirnya menjerumuskanku dalam futur berkepanjangan. Guru-guru sebenarnya telah mengingatkan bahwa iman seseorang bisa naik dan turun. Namun responku hanya sekadar oh dan ya sudah, berlalu. Aku tidak menyangka bahwa aku benar-benar mengalaminya sekarang, ternyata ilmuku selama ini sangat lemah pondasinya.
    
    Aku rasa pertengahan bulan Oktober sampai November 2020 adalah masa-masa paling tidak karuan, fase menangisi diri sendiri. Mengapa sekarang seperti ini, dan pertanyaan-pertanyaan yang sebenarnya sudah ku tahu jawabannya. Ya, aku telah jauh dari Allah, menjauh dan semakin menjauh. Boro-boro sholat dhuha, mengerjakan yang wajib pun jadi malas. Muroja'ah? benar-benar seadanya. Ya Allah, aku benar-benar merasa kehilangan diriku.


Sincerely, ini adalah sebuah essay untuk salah satu tugas mata kuliah gua. Kenapa dishare? gua merasa bahwa essay ini 'menampar' khususnya diri gua sendiri, ya, pada dasarnya gua membuat essay ini sebagai bahan renungan gua untuk selalu mengedepankan adab sebelum mempelajari suatu ilmu.

So, here we go! semoga kita bisa sama-sama saling intropeksi diri ya :)


Adab Sebelum Ilmu
oleh well known

          Saya ingat ketika saya masih mengenyam pendidikan di pondok pesantren, saat itu guru saya berkata bahwa apapun cita cita kalian, apapun profesi yang akan kami jalani nantinya, haruslah menjadi seorang yang bertakwa, beradab, dan berbudi pekerti yang luhur. Waktu itu saya tidak menyangka bahwa adab ternyata mempunyai pengaruh yang sangat besar terutama terhadap diri saya sendiri.

Sesuai dengan sila ke 2 yang berbunyi, “Kemanusiaan yang Adil dan Beradab”, tentu kita bisa langsung memahami gambaran umum bahwa kita harus menjadi manusia yang adil dan beradab, di sekolah dasar pun kita pasti sudah diajari nilai-nilai dari sila tersebut. Namun, Kebanyakan orang termasuk saya sendiri, mempelajari hal hal tersebut sekadar formalitas, karena memang diwajibkan. Belajar, ujian, lalu mendapatkan nilai. Siklus tersebut terutama pada pelajaran pendidikan kewarganegaraan berulang hingga jenjang yang tinggi sekalipun. Saya pun akhirnya memiliki pertanyaan besar, sudahkah saya, dan kita semua benar benar memahami dan mengamalkan nilai nilai pancasila tersebut?

Fokus saya berada pada sila ke 2, tentang adab kita sebagai seorang manusia pada umumnya dan bagaimana seharusnya kita beradab di dunia kerja sesuai dengan keprofesian nanti pada khususnya. Sejak dulu saya selalu berpikir, ingin jadi apa saya nantinya? dokter, arsitek, teknisi, atau programmer? terlepas dari itu semua, ada satu hal pasti yang saya inginkan, bahwa saya ingin dan harus menjadi orang yang beradab.

Dewasa ini saya melihat fenomena dimana banyak orang pintar namun kurang beradab, inilah kemudian yang menjadi dasar mengapa prioritas perbaikan diri saya sekarang adalah adab. Hal seperti ini tentu tidak boleh luput dari fokus kita untuk menjadi manusia yang berkualitas, karena berkualitas sendiri bukan berarti hanya memiliki kualitas dari segi keilmuan saja. Manusia sendiri setidaknya memiliki tiga potensi utama yaitu potensi spiritual, potensi emosional, dan potensi intelektual. Dari sini saja sudah terlihat bahwa sebelum menggali potensi intelektual kita seharusnya menggali potensi spiritual dan emosional terlebih dahulu.

Lantas, bagaimana dengan saya sendiri? Bagaimana cara agar saya bisa menggali dan mengimpelementasikan nilai nilai tersebut di segala aspek kehidupan?

Sebagai seorang manusia, salah satu hal kecil yang bisa saya lakukan adalah dengan menghargai segala sesuatu sebagaimana mestinya, menghargai disini bukan saja mengandung arti menghargai orang yang lebih tua ataupun mengayomi yang lebih muda, lebih dari itu, saya berusaha untuk selalu menghargai hidup, menghargai ilmu, menghargai segala hal terjadi dalam hidup saya. Saya menyadari bahwa dengan menghargai saya akhirnya bisa belajar bagaimana cara untuk bersyukur dan mengapresiasi hal hal remeh di sekitar saya. Hal ini pula yang saya yakini sebagai salah satu dasar penting agar terhindar dari potensi melakukan perbuatan-perbuatan amoral dan tidak berperikemanusiaan nantinya.

Untuk kedepannya, saya benar benar ingin menjadi manusia yang berkualitas, ketika saya bekerja nanti, saya tidak hanya sekadar bekerja untuk mencari uang semata, namun menjadi pekerja yang mempunyai visi dan misi untuk memajukan bangsa pada umumnya. Saya ingin menjadi seorang peneliti, peneliti yang berkontribusi nyata bagi Bangsa Indonesia. Sebagai peneliti nantinya saya juga harus menjunjung tinggi nilai pancasila. Contohnya adalah mengutamakan kejujuran, dalam berkarya saya harus senantiasa jujur ketika ini benar benar karya saya, atau terinspirasi maupun kerja sama. Kejujuran pun harus senantiasa diutamakan ketika pengajuan proposal penelitian, bahwa uang yang nantinya saya terima benar benar digunakan kepentingan penelitian. Selain itu, saya juga harus selalu bertanggung jawab dalam setiap penelitian yang saya lakukan, mengerjakan penelitian dengan sepenuh hati demi kepentingan bersama. Hal penting lainnya yang harus saya perhatikan adalah bahwa saya harus mengingat seluruh ilmu yang saya dapatkan selama ini merupakan pemberian dari Allah, hal ini sangat penting agar terhindar dari kesombongan yang seringkali menjerumuskan para peneliti.

Saya mempunyai harapan bahwa penelitian saya nantinya memiliki dampak positif dan pengaruh yang baik bagi masyarakat luas. Saya pun berharap semoga penelitian saya selalu didasarkan untuk mencari ridho Allah dan sebagai langkah untuk kemajuan bangsa, bukan untuk sekadar show off, mengharap pujian dan sanjungan manusia, ataupun demi jabatan dan kekayaan semata, naudzubillah. Semoga saya dan kita semua dapat selalu memperbaiki niat untuk melakukan segala sesuatunya karena Allah, dan selalu mengutamakan adab sebelum ilmu apapun profesi kita nantinya, aamiin.

postingan ini merupakan repost dari blog sebelumnya tertanggal 14/04/18


Halo:)
siang ini wilda mau ngebahas tentang eksistensi wilda sebagai pelajar (saat ini).


Well, seperti yang kita tau masa masa sekolah memang saat yang paling enak (katanya). Emang bener sih, karena masalah2 yang terjadi di masa sekolah emang ga serumit ketika kita dewasa :/

Tapi, terkadang kita sendiri membuat masalah2 tsb menjadi kompleks dan terlalu ribet, ya mungkin karena umur2 pelajar emang lagi masa labil, bisa dimaklumi sih, tapi kalo udah SMA rasanya itu lebay ketika banyak yang suka memperbesar masalah, hmm.

Oke, terlepas dari itu semua, sebenernya para pelajar ini udah tau belum sih buat apa mereka belajar nyampe 12 tahun? SD 6 tahun, SMP 3 tahun, SMA 3 tahun, terus abis itu langsung nikah, rugi ga sih kaya gitu?

Sebagai orang islam, tentu wilda berdasar dari hadits:

طَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيْضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ

Menuntut ilmu itu wajib bagi setiap muslim.

Jadi pada dasarnya, kenapa kita belajar? ya karena itu sebuah kewajiban bagi kita.

Sebagai Manusia, tentu menuntut ilmu menjadi sebuah keharusan, karena semua yang kita lakukan itu didasari oleh ilmu. Hidup tanpa ilmu itu kaya pohon gaada buah, tumbuh sih, tapi gaada hasilnya.

Mau kita setelah sekolah langsung nikah, atau kerja atau apapun itu terserah kalian, Setiap orang berhak menentukan jalan hidupnya masing-masing. Karena, kita itu bukan cuma habis sekolah kerja dapet uang, Absolutely No.

Yang terpenting saat kita sekolah itu dapetin ilmunya. Kita sekolah agar tau, kita belajar agar mengerti. Ga menjadi orang serba awam yang gampang dibodohi sana sini, kita harus punya pondasi supaya bisa bertahan hidup. Salah satu pondasi itu ya, Ilmu.

Saat kita memutuskan untuk menikah sesudah SMA juga no problem, yang penting saat kalian lulus udah punya bekal (setidaknya sudah punya penghasilan) dan siap menghadapi segala konsekuensi setelah menikah.

Sayangnya mindset kebanyakan pelajar saat sekolah adalah 'belajar saat ujian saja' 'belajar untuk nilai'

Padahal, belajar itu juga demi kebaikan kalian, supaya menjadi generasi yang 'menjawab' dan bukan terus terusan 'bertanya'.

Belajar itu juga merupakan sarana untuk memanfaatkan waktu dengan baik. Setidaknya di alam kubur nanti ketika ditanya untuk pertanggung jawaban 'Untuk apa waktu luangmu selama ini?' kita bisa menjawab bahwa kita sudah memanfaatkan waktu luang kita untuk belajar, untuk hal-hal yang positif.

Kita itu belajar untuk mengerti, kalau kita belajar untuk nilai, Gabakal dapet yang namanya nikmatnya ilmu, belajar 12 tahun bakal hampa ketika udah lulus nanti. Kaya pohon yang terus terusan tumbuh tapi kopong, gaada dalemnya. Pintar tapi tak mengerti.

Belajar itu sebuah kebutuhan, untuk menjadi manusia yang berkualitas.

Di Indonesia, sistem pendidikan sendiri masih sering mengalami revisi, karena masih harus dikaji ulang perkembangannya.

Lalu, apa yg bisa kita lakukan sebagai pelajar?

Mulai dari diri sendiri, ubah mindset kita untuk belajar karena ingin ilmunya, bukan nilai. Memang bakal ada yang namanya titik jenuh dalam belajar, karena itu kita harus punya motivasi yang kuat untuk menjadi manusia yang berkualitas, manusia yang bermanfaat bagi semuanya supaya bisa mengalahkan rasa 'jenuh' itu sendiri.

Tidak terus menerus menyalahkan pemerintah, mulai dari intropeksi diri sendiri untuk menjadi pribadi yang lebih baik lagi supaya nantinya bisa menjadi manusia yang bermanfaat yang bisa merubah keadaan sekitar bahkan bangsa dan negara menuju kemajuan yang nyata.

Jangan melihat sesuatu dari satu sisi aja, jangan selalu melihat sekolah sebagai beban, gimanapun juga kita sekolah demi kebaikan kita juga. Memang bosan sekolah 12 tahun yang gitu gitu aja, tapi sekali lagi, selama kita punya motivasi kuat dan niat yang baik InsyaAllah belajar kalian jadi berkah.

'What can i do for someone?'
Apa yang bisa kita lakukan untuk seseorang? pertanyaan ini juga bisa menjadi salah satu penumbuh motivasi, kita belajar 12 tahun, udah bisa kasih manfaat belum buat orang orang sekitar kita belum? karena manusia pun juga makhluk sosial yang saling tolong-menolong dalam mencapai kemaslahatan hidup.

Kalo sekarang kalian emang lagi ga semangat banget belajar, atau lagi di titik jenuh, kalian bisa cari-cari pengalaman di luar, ikut komunitas2 sesuai minat kalian atau coba cara belajar yang lain. Kalo kalian emang punya tekad kuat, pasti nanti bakal nemu kok cara belajar yang nyaman versi kalian sendiri.

Start from ourselves, kalo kita belajar aja masih ogah-ogahan gimana mau jadi penerus bangsa? masa depan bangsa dan negara ada di tangan kita lho, mau jadi generasi yang terus-terusan bergantung dan manja? Nanti kalo gaada yang bisa manja-in kalian, mau lari ke siapa? mau bertahan hidup kaya gimana?

Do it for yourself first, and then for your environment, country and the whole world.

Buat kalian semua,
Semangat dan salam sukses dunia akhirat! :)
HELLO! currently 1:02AM and i decide to make an absurd post now, lol.

H-47 UTBK and i lose my spirit, wth. makin kesini makin sering mikir 'kayanya impian gua ketinggian' 'kayanya gabisa deh' HMM cuman mau bilang ke diri sendiri, kalo lu CUPU ABIS, mau aja punya mental tempe, menye2, 1,5 bulan lagi tapi masih mikir gitu aja? lemah.

males, males, males, pas gagal baru nangis darah, tipikal orang yang bisa jatuh ke lubang yang sama berkali kali, what a shame...........how stupid i am right now.

terus aja ngeluh, banyak omong tapi gaada perubahan, cih.

katanya mau masuk PTN tapi masi BOCAH banget, maunya main mulu, main, tidur, main, tidur, otaknya masih dangkal tapi sok sokan ngarep setinggi langit.

"#harga mati!"
PPFFFTTTTTTT KETAWA DULU BOLEH? HAHAHAHAHAHAHA katanya si harga mati, HARGA MATI HAHAHAHAHAHAHA makan tu harga mati, harga males kali ah.

my effort is decreasing day by day, apa perlu dijedotin ke tembok, dipukul dulu? atau mau gagal dulu? depresi dulu baru bangkit?.......................just, no.

masih bego udah sok sokan males belajar, lu siapa? anak rektor? ato anak tajir melintir? ppfffttttt
oh man lu bukan siapa-siapa tapi udah ogah ogahan belajar.

BELAJARRRRRRRRRRRRRR WOYYYYYYY
NYADAR LU ITU BUKAN SIAPA SIAPA
HIDUP GABISA SEENAKNYA
KATANYA PEJUANG
HARGA MATI
MANA BUKTINYA?
BULLSHIT!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!


Talking to myself,
H-47 UTBK,
26 February, 2019

Postingan ini merupakan repost dari blog yang sebelumnya tertanggal 31/07/18


Kelas 12, bingung harus gimana lol, seneng? sedih? bingung? ga karuan lah ya hoh. di kelas inilah obrolan tentang universitas akan sering terdengar, (ampe gumoh sih sebenernya))))), everyone will be like 'mau lanjut kemana?' and it just makes me lazier to do everything halah *alasan*.

Jadi, mau kemana abis ini? Nikah? kerja? kuliah? Buka usaha? there's a choice, but, choose the right one, pilih yang terbaik untuk kamu. planning itu harus, tapi bukan berarti frustasi ampe gila juga:)))))

im a person who have a high expectation, and i just can't imagine if i can't reach my aim, i can't even want to imagine that ://///// scare? of course, rasanya nyesek kalo sehari ga belajar, lebay? it's true, man. Ketika lo punya mimpi yang tinggi lo juga harus bisa bertanggung jawab dengan mimpi2 lo itu.

Honestly i really want to tell it mau lanjut kemana but i'm not brave enough, sorry, mungkin diawal kampusnya ada cuma untuk fakultas just, no. i think ngambil fakultas yang passing gradenya tinggi bukan ide yg bagus . Lebih tepatnya minder, oh yes this is just exactly right.

Apa bisa menembus dinding itu? i dont think soo, but i'll keep study meski harus mati matian, dare to dream berarti dare to act juga kan? Sabar, semua butuh proses, we're just one step closer to a new phase of life, right? kontrol emosi, harus lebih bijak, there's still a chance .

Jadi H- berapa sekarang? ga berani ngitung juga sih haha:) 1 Agustus 2018 dan kerjaannya masih uring-uringan aja:))))))))) GOOD! ambisi hanya wacana? don't know. you're the one who know the answer. Study hard until you crazy, apa harus sampe kaya gitu? gimana cara making a support environment for your study? currently 0:30 and everyone, sleep. Belom ada inisiatif buat begadang belajar, what should i do then? dibangun juga gaada yg bangun:)))) i know if i 'kebo' 'pelor' or something similar with that, but come on, actually i know my time to sleep and study.


AH I DONT THINK SOO, kepala mumet padahal belajar juga ogah-ogahan, frustasi duluan sebelum perang? lemah .

btw Welcome Agustus and im wishing a good month and a better atmosphere, shall we make a plan in this month? shall we make an aim for Agustus? why not, then?

First day from Agustus and still 'uring-uringan gajelas'.
Wasting time bgt kan ya:)))))


by muslimpetualang

Assalamualaikum good people!

Hari ini cuman mau ngasih tau aja sih "what should we do as a teenager."
siapa kita? tentulah kita hamba Allah,

Tapi perlu diketahui bahwa masa muda ini adalah masa2 yang sangat menentukan tua dan akhirat kita nanti.

"Masi muda ini.."
"Jalan jalan kuy......"
"Kali kali lah "
"Kerajinan lu belajar"

dan sebagainya.
Sebenernya ga salah juga kok kalo kita mau jalan2 bareng temen, ngumpul bareng tapi perlu diperhatikan dari frekuensi / seberapa sering nya kita melakukan hal itu.

Refreshing itu perlu, tapi haruskah sesering itu? dan juga kadang kadang pernah ga sih mikir kalo sebenernya usaha kita itu belom maksimal tapi kita selalu meminta dan menuntut?

Ini bukan masalah nilai ataupun ranking.
Tapi seberapa besar kita udah bisa mengamalkannya di kenyataan/belum, akhlak, perubahan.

Sudah adakah? belum.
malah makin terlihat jelas bobroknya moral anak muda jaman sekarang. bergaul memang boleh, tapi pada nyata nya hal2 yang identik dengan tren sekarang itu menjerumus ke maksiat.

come on,
mau di bodohin sama tren?

mungkin kamu memang terlihat keren sekarang, tapi who knows mungkin 10/15 tahun kedepan kalian baru ngerasa akibat dan rasa penyesalan.

Kalian udah tau kan kalo penyesalan selalu dateng di akhir?
terus kenapa masih ngelakuin hal2 jelek kaya gitu? kalian harusnya sadar. kalian udah bisa mikir.

Di caption kalian memang keren, terlihat dewasa, tapi apa sudah di amalkan?

disini ane juga ga bermaksud sok suci.
manusia emang gaada yang sempurna, tapi yang namanya mengingatkan itu wajib kan? apa salahnya mengingatkan? ane juga gamau baik sendirian.

Ayo kita masuk surganya Allah bareng2.

Siapapun yang baca ini, tolong.
manfaatkan waktu muda kalian sebaik mungkin.

Caranya emang ga harus belajar terus kok,
Jadilah seseorang yang berkualitas.

Tunjukin attitude / sopan santun kalian. tunjukin kalo kalian manusia beradab, tunjukin kalo kalian juga punya bakat dan kemampuan. ada banyak jalan menuju kesuksesan dengan kebaikan. gausa lah cari cara yang melenceng.

Jangan pernah lupain Allah,
Agama itu prioritas. jangan coba2 menjauh sedetik pun dari agama karena kalian bakal ketarik terus ama maksiat.


 Dosa kita banyak guys, dan setiap amal perbuatan itu dihitung. apa yang bakal kalian jawab di akhirat nanti?

Jujur aja sekarang ane juga iri kok ngeliat temen2 se usia yang seneng2, keliatannya hidup mereka bahagia banget kan? mereka keren banget dengan baju2 mereka, body goals, gaul banget.

Tapi apa boleh buat, dunia itu sifatnya sementara, dan hidup itu juga pilihan. mau jadi baik/buruk.






Perlu diketahui bahwa Dunia itu penjara bagi orang2 mu'min dan surga bagi orang kafir.

Jadi, kalian juga ga bisa berharap banyak dari dunia ini.

kita sama2 intropeksi aja, sudahkah kita menjadi pribadi yang baik?
atau malah semakin buruk?

Boleh jadi apa kita suka belum tentu baik di mata Allah, dan apa yang kita ga suka itu ternyata baik di mata Allah.

Make your choice, kalo emang kita mau ngerubah diri kita, what should we do now?

1. Niat.
niatkanlah segala sesuatu itu hanya karena mengharap ridho Allah semata.

2. Berani
berani disini berarti kalian berani menghapus pikiran2 yang menghasut kalian untuk maksiat. kalian juga harus berani mengambil langkah, salah satunya berani mengambil langkah untuk menjadi pribadi lebih baik.

3. Tujuan & Target
Sebenernya ini udah jelas, karena tujuan kita adalah mendapat surganya Allah.
tapi perlu diketahui bahwa kita juga harus menetapkan target2 yang lain juga supaya hidup kita lebih ter arah dan ga sia sia.contohnya target kalian adalah sbb :

a. 2017 gaboleh ngomong kebun binatang lagi
b. Ngebenerin feeds di instagram biar jadi lebih bagus & bermanfaat
c. Ga gampang kebawa emosi
d. Lebih bersyukur
e. Bisa berfikir positif
f. Pantang tidur saat pelajaran.

Target ga harus selalu tentang nilai, kuliah atau kerjaan, harusnya kita lebih fokus ke akhlak dan kebiasaan kita. karena kebiasaan yang baik juga akan membawa efek baik juga buat diri kita.
contohnya aja kalo kita bisa jadi orang yang lebih bersyukur, InsyaAllah gabakal ada lagi yang namanya iri sama temen yang hobinya beli hp baru, hidup kita lebih bahagia dan bermakna. Dan otomatis kita bakal jadi orang yang lebih rajin.

4. Jangan mengeluh
ini penting banget, banyak orang yang meminta, menuntut tapi sebenernya mereka sendiri juga belum melakukan banyak hal kepada orang yang dituntut.

Ini juga yang membuat negara kita ga maju maju. banyak orang yang menuntut ini itu ke pemerintah tapi setiap hari apa? kerjaan mereka cuman ngerokok,

Ya, ngabis ngabisin duit yang harusnya bisa ditabung buat makan.

Pemerintahnya juga, menuntut rakyatnya untuk membayar ini itu, mengeluhkan rakyat yang seenaknya aja meminta dan meminta lagi tapi apa? merekanya sendiri juga belum bisa menjalankan amanat dari rakyatnya. malah banyak yang menyalahgunakan untuk kepentingan dirinya. wow.


Balik lagi, intropeksi diri lagi. baik rakyat maupun pemerintah. siapapun.
sudah berkualitas kah anda?

Perlu diketahui aja karena cara kita berpendapat juga mencerminkan seberapa berkualitaskah kita. semakin kita gegabah, kasar, terbawa emosi, lost control semakin keliatan kalo kita kurang ilmu atau bisa jadi gapunya ilmunya. 

karena semakin tinggi ilmu seseorang, maka dia akan semakin berhati hati dalam berpendapat.
ada caranya. itulah gunanya ilmu.

5. Sabar & Istiqomah
sabar itu harus, lebih2 lagi istiqomah.

hari ini kita baik tapi besok? gaada yang bisa jamin.

Sabar, karena semua butuh proses.
Istiqomahlah, karena ini yang terpenting, bagaimana caranya kita bisa mempertahankan apa yang sudah niatkan dan yang sudah kita lakukan. Pertahankan.

Selalu dekatlah kepada Allah, dan jangan lupa,


karena yang penting kita berusaha, dan mencoba mempertahankan apa yang kita usahakan yang InsyaAllah baik di mata Allah.

Semoga Allah selalu memudahkan kita dalam segala urusan dan menguatkan kita dalam menghadapi berbagai cobaan & ujian dalam hidup kita.

Fight!







Postingan Lama Beranda

POPULAR POSTS

  • H-1 Semhas: In My Own League
  • What's Going On?
  • Perbandingan

Categories

  • Activities
  • Freebies
  • Game (dulu)
  • Muhasabah
  • Pemberitahuan
  • Pengetahuan
  • Review
  • Tutorial

About Me


Your Greatest Alien, as always.

Popular Posts

  • H-1 Semhas: In My Own League
  • What's Going On?
  • Perbandingan

Copyright © so-called night thinker. Designed & Developed by OddThemes